KETERGANTUNGAN ALKOHOL
KETERGANTUNGAN ALKOHOL
A. Definisi
Alkohol adalah
obat psikoaktif yang paling banyak digunakan oleh masyarakat. Lebih dari 13
juta orang menganggap dirinya pecandu alkohol (alkoholic). Alkoholisme adalah penyakit menahun yang di tandai
dengan kecendrungan untuk meminum lebih dari pada yang di rencanakan, kegagalan
usaha untuk menghentikan minum minuman keras dan terus meminum minuman keras
walaupun dengan konsekuensi sosial dan pekerjaan yang merugikan. Hampir 8%
orang dewasa di Amerika Serikat memiliki masalah dengan penggunaan alkohol.
Pria empat kali lebih sering menjadi alkoholik di banding wanita.
B. Epidemiologi
Penduduk di
Amerika Serikat diperkirakan lebih dari 85% pernah mengkonsumsi alkohol
sekurang-kurangnya sekali seumur hidupnya dan sekitar 52% dari semua orang
dewasa di Amerika Serikat merupakan pengguna alkohol yang cukup rutin hingga
sekarang ini. Penyalahgunaan alkohol lebih umum terjadi di masyarakat yang
berpendapatan rendah dan kurangnya pendidikan. Sekurang-kurangnya sekitar
200.00 kematian yang berhubungan dengan alkohol tiap tahunnya. Kelompok usia
dengan presentasi penggunaan alkohol tertinggi adalah antara 20 tahun hingga 35
tahun, sedangkan dari jenis kelamin laki-laki secara bermakna lebih mungkin
menggunakan alkohol dari pada wanita. Penggunaan dari segi ras lebih banyak
terdapat pada kaum kulit putih dibandingkan dengan kulit hitam.
C. Gejala
Klinis
Gejala kecanduan
alkohol yang jelas dalam bentuk fisik adalah ketergantungan pada alkohol dan
ketidakmampuan untuk berhenti walaupun parah akibat fisik dan psikologis.
a. Tanda-tanda
fisik penyalahgunaan alkohol:
-
Penurunan berat badan
-
Sakit di perut
-
Mati rasa di tangan dan
kaki
-
Bicara meracau
-
Kegoyangan sementara
saat mabuk
-
Pada orang yang
menderita ketergantungan alkohol yaitu berkeringat, gemetar, mual-muntah,
kebingungan dan keadaan yang ekstrem seperti kejang dan halusinasi.
b. Tanda-tanda
mental meliputi peningkatan penyalahgunaan alkohol:
-
Mudah tersinggung
-
Marah
-
Mudah gelisah
-
Menghindar dari
kegiatan yang tidak memberikan kesempatan untuk minum
-
Kesulitan dalam membuat
keputusan
-
Oversleeping
-
Berlebihan menampilkan
tangisan dan emosional
Pengaruh alkohol
terhadap tubuh terutama sebagai suatu depresan dan dapat memperlambat kegiatan
otak. Tingkat keracunan yang tinggi dapat membuat peminum menjadi koma dan
meninggal. Masing-masing akibat tersebut berbeda sesuai dengan bagaimana tubuh seseorang tersebut mencerna alkohol, berat tubuhnya,
jumlah alkohol yang di konsumsi dan apakah kegiatan minum sebelum nya telah di
toleransi.
Penyalahgunaan
alkohol memiliki banyak tanda dan gejala alkoholisme di pelaku, tetapi orang
tidak merasa terdorong atau di dorong untuk minum. Ketergantungan alkohol
terjadi ketika oarang yang kecanduan alkohol telah berkembang ke tahap
ketergantungan, mempunyai ketidak mampuan untuk mengendalikan minumnya, dan
telah mengembangkan toleransinya terhadap alkohol.
Ada 4 tahap alkoholisme:
1. Minum
sebagai pelarian. Minum alkohol digunakan untuk melarikan diri dari kenyataan,
tekanan, ketakutan dan kekhawatiran. Seseorang pada tahap awal kecanduan
alkohol telah meningkatkan toleransi terhadap alkohol, dan mungkin tidak muncul
mabuk.
2. Minum
menjadi suatu kebutuhan. Seorang akan di dorong utnuk minum oleh keinginan
batin yang tak tertahankan. Pada tahap ini seseorang mungkin memiliki periode
pantang tetapi dia akan selalu minum kembali. Orang ini mungkin dalam
penyangkalan tentang masalahnya melalui rasionalisme.pada tahap ini orang akan
mungkin mengalami pemadaman dan dapat menampilkan perilaku yang agresif.
3. Minum
tanpa terkendali. Pada dua tahap di awal walaupun sering minum tetapi masih
dapat mempertahankan kontrol, namun pada tahap ketiga inipecandu tidak lagi
mempunyai kuasa atas kebutuhan alkohol. Ini adalah sa;ah satu tahap yang paling
mudah untuk dikenali oleh teman ataupun keluarga. Pekerjaan nya mulai
terbengkalai dan mulai bermasalah dengan hukum.
4. Minum
karena ketergantungan. Hari-harinya selalu di mulai dengan minum,selain itu
juga di tandai dengan tremor, binges dan sering meludah. Tanda-tanda fisik
alkoholisme kronis mulai terlihat pada tahap ini, seperti kerusakan otak,
penilaian yang rendah, kehilangan memori dan gangguan konsentrasi. Seseorang
yang mengalami ini sangat tinggi untuk penyakit hati, jantung, kanker mulut
atau kerongkongan.
D. Diagnosis
Menurut PPDGJ
III, diagnosis terhadap ketergantungan dapat ditegakkan jika ditemukan tiga
gejala di bawah ini yang di alami dalam masa 1 tahun sebelumnya:
1. Adanya
keinginan yang kuat atau dorongan yang memaksa menggunakan zat psikoaktif.
2. Kesulitan
dalam mengendalikan perilaku menggunakan zat, terutama sejak mulainya, usaha
penghentian atau pada tingkat sedang menggunakan.
3. Keadaan
putus zat secara fisiologis ketika penghentian penggunaan zat atau pengurangan,
terbukti dengan adanya gejala putus zat atau golongan zat yang sejenis dengan
tujuan untuk menghilangkan atau menghindari terjadinya gejala putus zat.
4. Terbukti
adanya toleransi, berupa peningkatan dosis zat psikoaktif yang di perlukan guna
memperoleh efek yang sama yang biasanya diperoleh dengan dosis lebih rendah.
5. Tetap
menggunakan zat meskipun ia menyadari adanya akibat yang merugikan
kesehatannya, seperti gangguan fungsi hati karena minum alkohol yang
berlebihan, keadaan depresan sebagai akibat dari suatu periode penggunaan zat
yang berat atau hendaya fungsi kognitif berkaitan dengan penggunaan zat.
Seorang alkoholic termasuk kedalam
psikopatologis psikosis, yaitu suatu penyakit mental yang parah, dengan ciri
khas adanya disorganisasi proses pikiran, gangguan dalam emosionalitas,
disorientasi waktu, ruang dan person, dan dalam beberapa kasus di sertai
halusinasi, delusi dan ilusi. Bentuk-bentuk psikosis antara lain panic
depressive psychosis, paranoia, schizophrenia, paresis dan alkoholic psychosis.
Berikut tabel yang mengilustrasikan kepribadian pemarah:
Tabel 1. Kepribadian Pemarah
|
Motif
|
Simptom
Kejiwaan
|
Gangguan
Penyesuaian dan pengembangan diri
|
|
Pertahanan diri terhadap bahaya
yang berasal dari orang lain
|
paranoid personality: adanya
cemburu, dengki, iri hati, curiga,sikap permusuhan, dan kepekaan berlebih
|
Kesulitan melakukan penyesuaian
diri karena tidak punya teman, sebab semuanya di anggap musuh.
|
|
Berusaha untuk melemahkan,
menjatuhkan dan menghancurkan orang lain.
|
Negative thingking, yang
menganggap orang lain sebagai lawan atau musuh
|
Kesulitan pengembangan diri
karena tidak berkolaborasi, tidak minta bantuan atau meminta nasihat pada
orang lain ketika dirinya memiliki masalah.
|
|
|
Gangguan pengendalian impuls,
termasuk gangguan eksplosif intermitten (kemarahan yang meledak-ledak)
|
|
|
|
Stress dan depresi dengan jiwa
tertekan dan penurunan bergaul dengan orang lain
|
|
|
|
Gangguan karena zat, seperti
alkohol dan zat adiktif lainnya
|
|
|
|
Gangguan tidur seperti insomnia
dan perilaku adiktif seperti antisosial
|
|
Dari tabel dia atas dapat di pahami
bahwa perilaku minum minuman yang berakohol dapat menyebabkan terganggunya
kesehatan mental. Salah satunya adalah individu yang pecandu alkohol akan
menajadi individu yang pemarah. Ketergantungan tehadap alkohol dapat
menyebabkan depresi, stress, insomnia, perilaku adiktif lainnya, hilangnya
kepercayaan serta penolakan masyarakat.
E. Penatalaksanaan
Pemulihan dari
ketergantungan sangat sulit dilakukan. Beberapa jenis terapi atau kelompok
bantuan mandiri banyak didirikan untuk membantu pemulihan para pecandu alkohol
ini. Kelompok bantuan yang paling terkenal di Amerika adalah Alkoholic Anonymous (AA). Kelompok AA
ini terbuka dan gratis bagi siapa saja yang memiliki masalah ketergantungan.
Waktu yang di perlukan untuk lepas dari ketergantungan alkohol bagi anggota AA adalah
52 bulan; 29% tetap bersih selama lebih dari 5 tahun dan anggotanya snagat
bervariasi dalam hal usia.

Komentar
Posting Komentar